Jumat, 27 September 2019

BAB VII Rancangan Usahamu


BAB VII
RANCANG USAHAMU

*      MEMBUAT RENCANA USAHA (BUSSINES PLAN)
Sebelum mengetahui lebih lanjut bagaimana cara membuat business plan, ada 9 komponen yang harus ada dalam sebuah business plan:
1.     Penjelasan singkat tentang bisnis Anda yang berisi gambaran umum tentang bisnis dan susunan tim.
2.     Deskripsi perusahaan serta penjelasan singkat bagaimana dan mengapa Anda mendirikan bisnis tersebut, dan apa yang sedang dilakukan oleh bisnis Anda sekarang.
3.     Riset pasar, yaitu analisis pasar terhadap produk yang Anda tawarkan, serta kompetitor yang memiliki bisnis serupa dan kelebihan bisnis Anda dibanding para kompetitor.
4.     Struktur manajemen bisnis Anda beserta perannya pada posisi tersebut.
5.     Produk yang Anda tawarkan.
6.     Strategi marketing dan penjualan yang akan Anda terapkan dalam bisnis Anda untuk mendapatkan calon pembeli.
7.     Pendanaan berupa modal yang sekarang Anda miliki dan berapa yang Anda butuhkan untuk menjalankan bisnis. Sertakan juga rincian dari mana Anda mendapatkan modal yang dimiliki sekarang.
8.     Proyeksi keuangan yang berisi rincian berupa perkiraan modal yang akan dikeluarkan dan pendapatan yang akan diterima kedepannya.
9.     Lampiran yang mencakup surat-surat seperti perizinan yang menyatakan bisnis Anda legal, atau sertifikat yang sekiranya diterima oleh bisnis Anda.


BAB VI Rancangan Keuangan Usahamu


BAB VI
RANCANG KEUANGAN USAHAMU
*      Cara membuat keuangan usaha dan keuangan pribadi menjadi sehat dan seimbang:
1.      Pisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi
2.      Tentukan jumlah uang yang akan digunakanuntuk kebuthan usaha
3.      Catat pengeluaran dan pemasukan dengan rapi
4.      Kurangi resiko dengan cara menghindari hutang
5.      Gaji diri sendiri
*      Cara mengelola uang uang usaha dan uang pribadi :
1.      Melakukan pencatatan
2.      Alokasi dana
a. Memisahkan ung usaha dan uang Product (The Services) / Produk atau Jasa
Produk jasa merupakan produk yang dapat memberikan manfaat, memenuhi kebutuhan konsumen, dan dapat memuaskan konsumen. Sesungguhnya pelanggan tidak membeli barang atau jasa, tetapi membeli manfaat dari sesuatu yang ditawarkann
b. Price / Harga àPenetapan harga merupakan suatu hal penting. Perusahaan akan melakukan hal ini dengan penuh pertimbangan karena penetapan harga akan dapat mempengaruhi pendapatan total dan biaya. Harga merupakan faktor utama penentu posisi dan harus diputuskan sesuai dengan pasar sasaran, bauran ragam produk, dan pelayanan, serta persaingan.
c. Place / Lokasi Usaha
Jangkauan tempat menjadi suatu yang harus dipertimbangkan secara matang, tempat-tempat yang strategis tentu memiliki peluang akses publik yang lebih baik, namun biaya sewa rental dari tempat tersebut juga harus diperhitungkan sebagai konsekuensi dari kemudahan akses ke konsumen.
d. Promotion / Strategi Promosià Promosi merupakan suatu aktivitas dan materi yang dalam aplikasinya menggunakan teknik, dibawah pengendalian penjual/produsen, yang dapat mengkomunikasikan informasi persuasif yang menarik tentang produk yang ditawarkan oleh penjual/produsen, baik secara langsung maupun melalui pihak yang dapat mempengaruhi pembelian.

BAB V Pemasaran


BAB V
PEMASARAN
                  
                   Pemasaran adalah suatu kegiatan menyeluruh, terpadu, dan terencana, yang dilakukan oleh sebuah organisasi atau institusi dalam melakukan usaha agar mampu mengakomodir permintaan pasar dengan cara menciptakan produk bernilai jual, menentukan harga, mengkomunikasikan, menyampaikan, dan saling bertukar tawaran yang bernilai bagi konsumen, klien, mitra, dan masyarakat umum.
*      Strategi Pemasaran Yang Efektif
  1. Konsistensi
    Dengan adanya konsistensi terhadap semua area marketingnya, dapat membantu mengurangi biaya marketing dan meningkatkan efektivitas penciptaan merek.
  2. Perencanaan
    Perencanaan konsep marketing yang akan dijalankan usaha kecil sangat mempengaruhi banyaknya pelanggan yang diperoleh. Oleh karena itu luangkan waktu untuk merencanakan strategi marketing, anggaran marketing, serta konsep lainnya yang berhubungan dengan pemasaran.
  3. Strategi
    Strategi merupakan dasar untuk kelanjutan kegiatan marketing yang telah direncanakan, misalnya siapa target pasar, bagaimana usaha kecil membidik pelanggan, dan bagaimana cara menjaga konsumen yang ada sebagai pelanggan tetap.
  4. Target Market
    Mendefinisikan secara tepat pangsa pasar yang dituju, dengan memilih satu atau lebih dari segmen pasar yang akan dimasuki. Target pasar yang jelas akan membuat konsep marketing lebih mudah dilaksanakan.
  5. Anggaran
    Menghitung anggaran marketing merupakan bagian yang berat dan membutuhkan keakuratan hasil hitungan. Dari anggaran yang dibuat, dapat dipersipkan dana yang akan dibutuhkan untuk pemasaran. Biasanya usaha kecil membuat anggaran dengan tidak terlalu akurat, sehingga terjadi pemborosan.
  6. Marketing Mix
    Marketing mix biasanya dijelaskan sebagai produk, harga, tempat, dan promosi. Sebagai pengusaha kecil, perlu memutuskan dengan spesifik produk (atau jasa), harga yang sesuai, dimana dan bagaimana Anda akan mendistribusikan produk Anda, dan bagaimana orang lain dapat mengetahui tentang produk yang ditawarkan.
  7. Website
    Saat ini bisnis apapun termasuk usaha kecil usahakan memiliki website, karena hampir 60% konsumen datang dari informasi dari internet. Sehingga informasi produk melalui website pun sangat mendukung peningkatan jumlah pelanggan yang tertarik dengan produk Anda.
  8. Branding
    Branding adalah bagaimana konsumen menerima produk dan perusahaan yang membuat produk tersebut. Terkadang usaha kecil selalu melupakan kebutuhan brand atau pengenalan gambar, logo, bahkan produk yang usaha kecil hasilkan.
  9. Promosi dan iklan
    Promosi dan iklan merupakan konsep marketing yang harus dipertimbangkan pada berbagai bsnis dan produk, termasuk pada usaha kecil. Promosi dan iklan yang baik akan menghasilkan pengakuan brand yang efektif hingga mampu meningkatkan penjualan.
  10. Customer Relationship Management
    Pengelolaan hubungan dengan pelanggan yang tepat menjadi salah satu hal penting untuk menciptakan konsumen yang loyal dan konsisten. Misalnya saja dengan membuat kartu membership, dan memberikan potongan harga tertentu bagi para member.
*      Manfaat Strategi Pemasaran
1.      Merencanakan produk dan membuat produk yang benar benar dibutuhkan oleh konsumen.
2.      Menentukan harga jual yang tepat.
3.      Mempromosikan produk dengan cara dan saluran yang tepat.
*      Bauran Pemasaran
a. Product (The Services) / Produk atau Jasa
Produk jasa merupakan produk yang dapat memberikan manfaat, memenuhi kebutuhan konsumen, dan dapat memuaskan konsumen. Sesungguhnya pelanggan tidak membeli barang atau jasa, tetapi membeli manfaat dari sesuatu yang ditawarkan.
b. Price / Harga
Penetapan harga merupakan suatu hal penting. Perusahaan akan melakukan hal ini dengan penuh pertimbangan karena penetapan harga akan dapat mempengaruhi pendapatan total dan biaya. Harga merupakan faktor utama penentu posisi dan harus diputuskan sesuai dengan pasar sasaran, bauran ragam produk, dan pelayanan, serta persaingan.
c. Place / Lokasi Usaha
Jangkauan tempat menjadi suatu yang harus dipertimbangkan secara matang, tempat-tempat yang strategis tentu memiliki peluang akses publik yang lebih baik, namun biaya sewa rental dari tempat tersebut juga harus diperhitungkan sebagai konsekuensi dari kemudahan akses ke konsumen.
 d. Promotion / Strategi Promosi
Promosi merupakan suatu aktivitas dan materi yang dalam aplikasinya menggunakan teknik, dibawah pengendalian penjual/produsen, yang dapat mengkomunikasikan informasi persuasif yang menarik tentang produk yang ditawarkan oleh penjual/produsen, baik secara langsung maupun melalui pihak yang dapat mempengaruhi pembelian.
*      Anggaran Pemasaran
Anggaran pemasaran hanya mencakup biaya yang timbul dari aktivitas emasaran saja tidak termasuk aktivitas usaha yang lain. Contoh biaya anggaran pemasaran yaitu biaya untuk cetak brosur dan spanduk.


BAB IV Produksi dan Pengenalan Keuangan


BAB IV
PRODUKSI DAN PROYEKSI KEUANGAN

Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa.
Proyeksi keuangan adalah sebuah perencanaan keuangan atau sebuah anggaran untuk usaha yang sedang saya jalani, untuk memperkirakan jumlah biaya yang mungkin timbul dan proyeksi pendapatan yang akan dihasilkan untuk periode tertentu. Membuat proyeksi keuangan memang tidak mudah apalagi untuk pemula seperti saya yang baru memulai usaha. Mungkin masih banyak angka-angka yang tidak sesuai namun dengan berjalannya waktu saya akan terus belajar hingga mencapai proyeksi keuangan yang diinginkan. Selain itu proyeksi keuangan dapat di gunakan dalam sebuah perencanaan bisnis (business plan).
Cara Perhitungan Biaya Produksi Yaitu:
*      Sumber Daya Utama, Modal Awal, dan  Alur Produksi
1.      Peralatan yang digunakan
2.      Memahami dengan pasti alur proses produksi
*      Biaya Produksi
1.      Biaya bahan baku langsung (BBLL)
2.      Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL)
3.      Biaya Pendukung
*       Menetapkan Harga Jual
Cara menetapkan harga jual yaitu dengan menghitung keuntungan kotor per unit.
*    Perkiraan Perhitungan Biaya Operasional
Biaya operasional dikatakan sebagai biaya tetap. Mengapa ? karena biaya yang    dikeluarkan jumlahnya relative tetap setiap bulannya.biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan setiap bulan untuk mendukung berjalannya suatu usaha, seperti biaya listrik, biaya air dan sebagainya.
*       Perhitungan Untuk Menutup Biaya Operasional (BEP_
BEP (Break Even Point) adalah titik dimana pendapatan dari usaha sama dengan modal yang dikeluarkan, tidak terjadi kerugian atau keuntungan. Break Even Point menjadi ukuran yang penting dalam bisnis. Namun seringkali pengusaha mengartikan BEP dengan balik modal. Titik impas dan balik modal adalah dua hal yang sangat berbeda.
BEP= Total Biaya Operasional : laba kotor per unit

*       Perhitungan Balik Modal
Hamper mirip  dengan perhitungan untuk menutup biaya opersional , perhitungan balik modal juga penting untuk dihitung agar bisa diketahui kapan modal seorang pengusaha itu kembali.
Balik Modal = Total Biaya Memulai : Laba Kotor Per Unit





BAB III
KENALI USAHAKU
1.      Siapa konsumen Produkku?
Seorang pengusaha tidak akan mungkin bisa menjual semua barang atau jasa yang dibutuhkan oleh konsumen, karena kebutuhan konsumen berbeda beda. Jenis kelamin, usia, tingkat  pendapatan serta lokasi dan tempat tinggal bisa menyebabkan perbedaan kebutuhan tersebut.
Contoh pengelompokan konsumen agar lebih mudah dalam memasarkan produk kita

kriteria

kelompok

Yang dipilih

Alasan memilih kelompk tersebut
Jenis kelamin
a. laki laki
b. perempuan
Laki laki dan perempuan
Tidak ada perbedaan dalam mengkonsumsi produk













2.      Keunggulan Bersaing
Keunggulan bersaing menurut Porter (1986) adalah kemampuan suatu usaha  untuk meraih keuntungan ekonomis di atas laba yang mampu diraih oleh pesaing di pasar dalam industri yang sama. Menurut Tjiptono (2001), strategi pemasaran yang dapat dipilih oleh perusahaan yang menerapkan strategi produk diferensiasi agar senantiasa memiliki keunggulan bersaing di pasar dapat dilakukan dengan melakukan pilihan terhadap strategi berikut ini.
a. Diferensiasi Produk
Kreativitas yang tinggi dalam menciptakan keunikan produk yang lebih menarik, sejuk, aman, nyaman, menyenangkan, karyawan yang ramah, terampil, berwawasan, dan mampu mewujudkan dalam keseharian sehingga lebih diminati oleh konsumen dibandingkan dengan produk pesaing lainnya.
b. Diferensiasi Kualitas Pelayanan
Kreativitas yang tinggi mengharmonisasikan unsur-unsur marketing mix : product, place, price,
promotion, people, packaging, programming patnership sehingga kualitas jasa yang dirasakan oleh
konsumen melebihi harapan.

c. Diferensiasi Citra
Citra identik dengan atribut adalah sebuah karakteristik, yang khusus atau pembeda dari penampilan seseorang atau benda. Diferensiasi citra adalah bauran yang tepat dari elemen pencitraan, yang menciptakan citra sebuah merek. Proses pencitraan harus membangun, memaksimalkan, memanfaatkan, dan mengekploitasikan kekuatan dan kelemahan setiap elemen citra untuk memastikan bahwa merek itu memiliki prospek yang baik secara terus- menerus (Zyman, S, 2000 : 95).
*                    Ada 3 cara menciptakan keunggulan kompetitif yaitu :
1. COST LEADERSHIP
Menjual dengan harga lebih murah dibanding harga pesaing, akan tetapi memiliki level benefit yang setidaknya sama, bukan dibawahnya
.
2. DIFFERENSIASI
Menciptakan perbedaan secara ekstrem atas pesaing anda. Bukan sekedar beda, tetapi beda signifikan yang memberikan manfaat kepada konsumen
.
3.FOCUS
Ketika differensiasi (perbedaan signifikan) tidak mampu anda lakukan atas pesaing anda, maka berpikirlah lebih keras lagi dengan mengeksploitasi semua benefit dan kelebihan yang dimiliki proyek anda, agar bisa menciptakan perbedaan kecil yang memberikan manfaat bagi konsumen anda, sehingga mampu memberikan KEUNGGULAN KOMPETITIF atas pesaing anda. Itulah yang disebut dengan FOCUS.

BAB II Gali Ide Usahamu


BAB 11
GALI IDE USAHAMU

Hal hal yang harus dilakukan pada saat menggali ide usahamu:
1.      Analaisa PROS_CONS (analisa aspek positif dan negative)
Analisa pros-cons adalah suatu cara untuk menilai apakah ide usahamu yang diusulkan layak untuk dijalankan atau tidak. Caranya dengan membandingkan aspek positif dan negative dari masing masing ide usahamu. Analisa sederhana ini digunakan jika terdapat lebig=h dari dua, tiga atau lebih. Dengan menggunakan analisa pros-cons kita dapat menentukan satu ide usahamu yang dinilai paling baik.
Aspek yang dinilai
Aspek positif
Aspek negatif
Contoh:
Keahlian apa pengusaha untuk menjalankan usahanya?
Bagaimana ketersediaan bahan bakunya?
Kemudahan mendapatkan bahan baku
Kemampuan dalam memproduksi dalam satu periode
Keberadaan dan jumlah pesaing yang mempunyai produk yang sejenis
1.
1.
2.
2.
3.
3.
4.
4.


JUMLAH



Dari tabel di atas kita dapat mengetahui jumlah aspek positif dan negative usaha yang akan kita mulai. Apabila aspek postif jumlahnya lebihh banyak dari aspek negative dapat disimpulkan bahwa ide usaha kita  dapat dijalankan. Sebaliknya jika aspek negative lebih besar dari aspek positif maka dapat disimpulkan bahwa ide usaha kita tidak bisa dijalankan.
2.      Analisa SWOT
Secara umum, analisa SWOT dapat dibagi ke dalam dua kategori, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal tersebut meliputi Strength (Kekuatan) dan Weakness (Kelemahan), sedangkan faktor eksternal meliputi Opportunities (Peluang) dan Threats (Ancaman).
Strength (Kelebihan)
Strength merupakan situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan atau organisasi yang bisa memberikan pengaruh positif pada saat ini atau pun di masa yang akan datang. Analisa ini dapat diisi menggunakan panduan berikut:
Weakness (Kelemahan)
Weakness merupakan situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan atau organisasi yang bisa memberikan pengaruh negatif pada saat ini atau pun di masa yang akan datang. Analisa ini dapat diisi menggunakan panduan berikut:
Opportunities (Peluang)
opportunities merupakan situasi atau kondisi yang merupakan peluang atau kesempatan di luar perusahaan atau organisasi yang bisa memberikan peluang untuk berkembang di kemudian hari. Analisa ini dapat diisi menggunakan panduan berikut:
Threats (Ancaman)
Threats merupakan ancaman-ancaman apa saja yang mungkin akan dihadapi oleh perusahaan atau organisasi yang bisa menghambat laju perkembangan dari perusahaan atau organisasi tersebut. Analisa ini dapat diisi menggunakan panduan berikut:
3.      Analisa Pesaing
Pesaing adalah perusahaan yang menghasilkan atau menjual barang dan jasa yang sama atau mirip dengan produk yang ditawarkan.
Analisis pesaing          merupakan       suatu perbuatan menganalisa atau mengidentifikasi apa-apa saja yang dilakukan oleh pihak pesaing atau perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa yang mirip dengan produk kita.
Adapun hal-hal yang perlu dilakukan adalah:
1.         Identifikasi pesaing
2.         Menentukan sasaran pesaing
3.         Identifikasi strategi pesaing
4.         Analisis kekuatan dan kelemahan  pesaing
5.         Identifikasi reaksi pesaing
6.         Strategi menghadapi pesaing
Nama pesaing
Kelebihan
kekurangan
Cara mengatasi persaingan


Pesaing 1
a.        
b.       
c.        
d.       
a.        
b.       
c.        

a.        
b.       
c.        

Pesaing 2
a.        
b.       
c.        

a.        
b.       
c.        

a.        
b.       
c.        






SIB _ Rengginang

 Nama : Laelatus Safariyah Nim : 180321100112 Kelas : RAB D Produk Rengginang Alasan kami mengangkat produk rengginang sebagai produk ...