Kamis, 31 Desember 2020

Bauran Pemasaran (Penetapan Harga)

Nama : Laelatus Safariyah

Nim : 180321100112

Kelas : Manajemen Pemasaran C

            Bauran Pemasaran (Penetapan Harga)


A. Konsep Penetapan Harga

Penetapan harga adalah tindakan untuk menetapkan nilai suatu produk atau layanan, atau penetapan harga terjadi ketika bisnis memutuskan berapa banyak pelanggan harus membayar untuk suatu produk atau layanan. Hal hal yang harus diperhatikan saat melakukan penetapan harga yaitu :

1. Identitas barang dan jasa 

2. Biaya barang dan jasa serupa di pasar

3. Audiens sasaran untuk siapa barang dan jasa diproduksi

4. Total biaya produksi (bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya mesin, transit, biaya persediaan, dll) 

5. Eksternal seperti aturan 

         Penetapan harga biasanya dilakukan dengan mengadakan percobaan untuk menguji pasarnya, apakah di pasar pentapan harga yang dilakukan menerima atau menolak. Apabila konsumen menerima penawaran tersebut, berarti harga yang ditetapkan sudah layak. Tetapi jika mereka menolak, biasanya harga itu akan diubah dengan cepat. Keputusan tentang penetapan harga tersebut perlu diintegrasikan dengan keputusan tentang barang. Hal ini disebabkan karena harga merupakan bagian dari penawaran suatu barang, seperti juga pada kemasan dan merk.

B. Tujuan Penetapan Harga

Terdapat beberapa tujuan produsen dalam menetapkan harga yaitu : 

1. Mendapatkan laba maksimum

Dalam praktek, terjadinya harga memang ditentukan oleh penjual dan pembeli. Makin besar daya beli konsumen, semakin besar pula kemungkinan bagi penjual untuk menetapkan tingkat harga yang lebih tinggi. Dengan demikian penjual mempunyai harapan untuk mendapatkan keuntungan maksimum sesuai dengan kondisi yang ada. 


2. pengembalian investasi yang ditargetkan atau pengembalian pada penjualan bersih

Harga yang dapat dicapai dalam penjualan dimaksudkan pula untuk menutup investasi secara berangsur-angsur. Dana yang dipakai untuk mengembalikan investasi hanya bisa diambilkan dari laba perusahaan, dan laba hanya bisa doperoleh bilamana harga jual lebih besar dari jumlah biaya seluruhnya.

3. Mencegah atau mengurangi persaingan

Tujuan mencegah atau mengurangi persaingan dapat dilakukan melalui kebijaksanaan harga. Hal ini dapat diketahui bilamana para penjual menawarkan barang dengan harga yang sama. Oleh karena itu persaingan hanya mungkin dilakukan tanpa melalui kebijaksanaan harga, tetapi dengan servis lain. Persaingan seperti itu disebut persaingan bukan harga (non-price competition).

4. Mempertahankan atau memperbaiki market share

Memperbaiki market share hanya mungkin dilaksanakan bilamana kemampuan dan kapasitas produksi perusahaan masih cukup longgar, disamping juga kemampuan di bidang lain seperti bidang pemasaran, keuangan, dan sebagainya. Dalam hal ini harga merupakan factor yang penting. Bagi perusahaan kecil yang mempunyai kemampuan sangat terbatas, biasanya penentuan harga ditujukan untuk sekedar mempertahankan market share. Perbaikan market share kurang diutamakan, lebih-lebih apabila persaingan sangat ketat.

C. Faktor faktor yang mempengaruhi penetapan harga

Terdapat beberapa faktor faktor yang mempengaruhi penetapan harga yaitu :

1. Target Pasar : Target pasar massal seharusnya menggunakan pendekatan yang berbeda daripada pasar terdiferensiasi. Begitu juga, pendekatan juga mungkin berbeda jika perusahaan menargetkan ceruk pasar

2. Jenis pasar sasaran produk kita : Untuk pasar baru, perusahaan mungkin akan memilih penetapan harga penetrasi. Perusahaan mengenakan harga yang lebih rendah untuk menghasilkan lebih banyak pelanggan yang membeli produk tersebut

3. Tren Permintaan : Perusahaan mungkin mempertimbangkan untuk menetapkan harga tinggi jika permintaan akan produknya sangat tinggi. Sebaliknya, selama penurunan permintaan, perusahaan mungkin akan menetapkan harga promosional dengan menawarkan insentif dan diskon lainnya untuk menjaga minat pelanggan. 

4. Harga produk pesaing : Jika pesaing mengenakan biaya yang jauh lebih sedikit, maka perusahaan mungkin juga menurunkan harga. Ketika para pemain berlomba menurunkan harga, itu dapat mengarah pada perang harga, yang mana cenderung merugikan semua pemain di pasar.

5. Siklus hidup produk : Perusahaan biasanya menggunakan strategi penetapan harga pasar sebelum mencapai tahap penurunan. Sebaliknya, menjelang akhir siklus hidup, produk mulai tergantikan secara bertahap karena digantikan oleh produk pesaing atau versi yang diperbarui oleh perusahaan yang sama.

D. Metode Penetapan Harga

Terdapat beberapa metode penetapan harga

1. Price Skimming : Strategi penetapan harga di mana perusahaan menetapkan harga jual yang tinggi pada awal menjual produk baru. Perlahan, ketika pelanggan bertambah, perusahaan akan menurunkan harga. Tujuan dilakukannya metode ini yaitu untuk memulihkan kondisi keuangan (pengeluaran) dan meningkatkan keuntungan dengan cepat. Metode ini hanya cocok untuk beberapa produk yang sangat terdiferensiasi atau merupakan penemuan baru. Contohnya Penetapan harga telepon genggam.

2. Penetapan Harga Penetrasi : Penetapan harga ini yaitu dengan menetapkan harga jual produk yang lebih rendah dari pesaing, tujuan utama penetapan harga penetrasi adalah untuk membangun basis pelanggan dan pangsa pasar. Ketika posisi pasar sudah mulai kuat, perusahaan akan secara perlahan menaikkan harga jualnya.

3. Penetapan Harga Diskriminasi : Penetapan harga ini dilakukan dengan cara perusahaan menetapkan harga yang bervariasi antar konsumen.

4. Penetapan Harga Berbasis Kompetitif : Ada kalanya perusahaan kecil mungkin harus menurunkan harganya untuk menyamai harga pesaing. Strategi penetapan harga berbasis persaingan dapat digunakan ketika hanya ada sedikit perbedaan antara produk dalam suatu industri.

5. Harga Diskon Sementara : Perusahaan kecil juga dapat menggunakan diskon sementara untuk meningkatkan penjualan. Strategi penetapan harga diskon sementara termasuk kupon, diskon penjualan, pengurangan harga musiman dan bahkan pembelian volume.


Metode yang paling efektif digunakan untuk usaha yang baru berdiri yaitu penetapan harga Penetrasi yaitu dengan menjual.produk lebih murah terlebih dahulu,  karena untuk menguasai pasar kita harus menguasai Konsumen terlebih dahulu.

E. Memonitor pergerakan harga, produk dan kebijakan distribusi untuk kebutuhan perusahaan

1. Kita melakukan identifikasi pasar : Dari data harga rata rata yg berlaku di pasar kita dapat menetapkan harga yang sesuai

2. Identifikasi Pesaing :Mengetahui karakteristik pesaing, karena pesaing merupakan hal yang paling berpengaruh dalam penetapan harga.

3. Memanfaatkan teknologi informasi : Ketika menjual suatu produk yang baru, kita harus mencari berbagai informasi mengenai harga produk yang sama dengan produk kita. Contoh kita melihat harga di shoopee, Tokopedia, dll.

4. Melakukan evaluasi di lingkungan internal perusahaan

Jumat, 25 Desember 2020

Bauran Lokasi dan Saluran Distribusi

 

Nama   : Laelatus Safariyah

Nim     : 180321100112

Kelas   : Manajemen Pemasaran C

 

BAURAN LOKASI DAN SALURAN DISTRIBUSI

A.    Konsep Lokasi dalam Bauran Pemasaran

Penentuan lokasi yang tepat menjadi sangat penting,  bagi setiap perusahaan, dalam g ketat dalam suatu usaha  penentuan lokasi mempunyai pengaruh cukup . Penentuan lokasi kantor beserta sarana dan prasarana pendukung menjadi sangat penting, agar klien dan konsumen  mudah menjangkau setiap lokasi perusahaan yang ada.Saluran distribusi adalah  suatu cara perusahaan menyampaikan barang yang diproduksi ke konsumen untuk memenuhi kebutuhan, keinginan dan permintaan dari konsumen.

bentuk Bentuk Saluran Distribusi yaitu :

1.      Saluran level nol : perusahaan yang langsung menjual kepada pelanggan akhir

2.      Saluran satu-level: terdiri dari  satu perantara penjual, seperti pengecer atau dengan menggunakan distributor

3.      Saluran dua-level: terdiri dari dua perantara, misalnya pengecer dan pedagang besar, atau perusahaan yang menggunakan perwakilan untuk perusahaannya

4.      Saluran tiga-level: terdiri dari  tiga perantara, misalnya pemborong, pedagang besar dan pengecer atau perusahaan yang menggunakan cabang perwakilan dan distributor.

Terdapat beberapa factor yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan saluran distribusi yaitu :

1.      Pertimbangan-pertimbangan pasar

2.      Perimbangan-pertimbangan produk atau jasa

3.      Pertimbangan-pertimbangan perantara

4.      Pertimbangan-pertimbangan perusahaan

 

B.     Kriteria Daerah Kinerja yang Positif untuk Pemasaran

1.      Daerah yang memiliki masyarakat atau konsumen yang cukup ramai

2.      Sarana dan prasarana yang cukup memadai

3.      Dekat dengan lokasi produksi

C.    Persyaratan Legislasi Wilayah Terkait K3 dalam Kegiatan Pemasaran

Syarat penerapan keselamatan kerja menurut UU No 1 Tahun  1970 pasal 3 adalah sebagai berikut :

1.      Mencegah dan mengurangi kecelakaan

2.      Mencegah, mengurangi, dan memadamkan kebakaran

3.      Mencegah dan mengurangi  bahaya  peledakan

4.      Memberi jalur evakuasi kedaan darurat

5.      Memberi P3K kecelakaan kerja

6.      Memberi APD pada tenaga kerja

7.      Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyebaran suhu, kelembapan,debu,asapa,uap,gas,  radiasi, kebisingan, dan getaran.

8.      Penerangan yang cukup sesuai

9.      Mencegah dan mengendalikan penyakit akibat kerja

10.  Suhu dan kelembapan udara  yang baik

11.  Menyediakan ventilasi yang cukup

12.  Memelihara kebersihan,kesehatan, dan ketertiban

13.  Mengamankan dan memeperlancar pengangkutan manusia, binatang, tanaman, dan barang

14.  Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan

15.  Mengamankan dan memperlancar bongkar muat, perlakuan, dan penyimpanan barang

16.  keserasian tenaga kerjs, peralatan, lingkungan, cara dan proses kerja

17.  Mencegah terkena aliran listrik

18.  Menyesuaikan dan menyempurnakan keselamatan pekerjaan yang resikonya bertambah tinggi.

D.    Konsep dan Kegunaan Saluran Distribusi

Sistem Distribusi adalah cara yang ditempuh atau digunakan untuk menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Sistem distribusi bertujuan agar hasil produksi sampai kepada konsumen dengan lancar, tetapi harus memperhatikan kondisi produsen dan sarana yang tersedia dalam masyarakat, dimana sistem distribusi yang baik akan sangat mendukung kegiatan produksi dan konsumsi. Terdapat beberapa kegunaan salura distribusi yaitu :

1.      Menanggung resiko yang berhubungan dengan pelaksanaan fungsi saluran pemasara yang dibuat oleh perusahaan.

2.      Mengumpulkan informasi mengenai pelanggan, pesaing serta pelaku usaha lainnya yang hubungannya erat dengan perusahaan.

3.      Mengembangkan komunikasi untuk merangsang pembelian

4.      Mencapai persetujuan akhir mrngenai harga dan syarat lain

E.     Tipe-Tipe Distribusi

Terdapat beberapa jenis Saluran Distribusi  yaitu :

19.  Produsen → Konsumen Bentuk saluran distribusi yang paling pendek dan paling sederhana adalah saluran distribusi dari produden ke konsumen tanpa menggunakan perantara.

20.   Produsen → Pengecer → Konsumen Disebut juga saluran didtribusi langsung, di disini pengecer besar langsung melakukan pembelian kepada produsen.

21.   Produsen → Pedagang besar → Pengecer → Konsumen Saluran distribusi banyak digunakan oleh produsen, saluran distribusi semacam ini sering disebut saluran distribusi tradisional. Produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar saja, tidak menjual kepada pengecer.

22.  Produsen → Agen → Pengecer → Konsumen Produsen memilih agen sebagai penyalurnya ia menjalankan kegiatan perdagangan besar dalam saluran distribusi yang ada. Sasaran penjualannya terutama ditunjukan kepada para pengecer besar.

23.  Produsen → Agen → Pedagang besar → Pengecer → Konsumen Dalam saluran distribusi, produsen sering menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan barangnya kepada pedagang besar.

F.     Evaluasi dan Pengendalian Saluran Distribusi

1.      Vertikal Marketing System :  jaringan yang dikelola secara terpusat dan professional oleh perusahaan

2.      Horizontal Marketing System : jaringan yang terbentuk apabila beberapa perusahaan perantaran yang tidak berkaitan menggabungkan sumber dayaprogram pemasarannya guna memanfaatkan peluang pasar yang ada.

G.    Manajemen Konflik Dalam Saluran Distribusi

Sumber Konflik Saluran :

1.      Konflik saluran horizontal : Konflik antar anggota pada tingkat yang sama di dalam saluran. Contohnya yaitu  terjadi antar pengecer. Misalnya, ketika salah satu pengecer merasa ada pesaing lain yang bersaing terlalu ketat melalui penetapan harga atau menggunakan iklan untuk menyerang wilayah penjualan mereka.

2.      Konflik saluran Vertikal : Konflik antara tingkat yang berbeda dalam saluran yang sama. Contohnya yaitu terjadi antara pengecer dan pemasok mereka ketika kedua pihak merasa didominasi oleh yang lain. Konflik dapat timbul ketika pabrikan membuat saluran baru.

3.      Konflik Multisaluran : Konflik ini terjadi ketika produsen menentukan dua atau lebih saluran yang menjual ke pasaryang sama. Konflik ini terutama sangat kuat ketika anggota salah satu saluran mendapat hargalebih rendah.

Manajemen Konflik Saluran Distribusi :

1.      Ko-optasiadalah usaha yang dilakukan suatu organisasi untuk mendapatkan dukungan daripemimpin organisasi lain dengan memasukan mereka dalam dewan penasihat, dewan direksi,dan semacamnya.

2.      Diplomasiterjadi ketika masing-masing pihak mengirimkan seorang/ sekelompok untukbertemu dengan pihak lawan untuk menyelesaikan konflik.

3.      Mediasi berarti memilih pihak ketiga yang netral dan memiliki keahlian yang dapanmendamaikan kepentingan kedua belah pihak.Arbitrasiterjadi ketika dua pihak setuju memaparkan permasalahan mereka kepada satu ataulebih arbitrator dan menerima keputusan arbitrasi.

Jumat, 18 Desember 2020

Manajemen Pemasaran_Bauran Produk

 Nama : Laelatus Safariyah

Nim. : 180321100113

Kelas : Manajemen Pemasaran C


      Bauran produk adalah sekumpulan dari semua produk dan item produk seperti macam produk, kualitas produk, rancangan produk, ciri-ciri produk, merek produk serta atribut lainnya. Yang secara khusus para penjual menawarkan untuk dijual kepada para pembeli. Sedangkan untuk definisi produk yaitu produk adalah barang atau jasa yang dihasilkan untuk digunakan oleh konsumen guna memenuhi kebutuhannya dan memberikan kepuasan. Produk memiliki jenis jenis yaitu :

1. Produk Konsumsi : Produk Konsumsi adalah produk yang konsumen utamanya adalah rumah tangga dan biasanya langsung dikonsumsi. Terdapat beberapa jenis produk konsumsi yaitu :

a) Barang kebutuhan sehari-hari : adalah produk yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Kategori produk ini yaitu produknya cepat habis dan harganya relatif murah. Contohnya beras, ikan dll.

b) Produk belanjaan : produk yang dalam pembelian nya dilakukan dengan cara membandingkan dengan produk yang sejenis , perbandingannya meliputi kualitas, bahan, merek dll. Contoh produk belanjaan yaitu sepatu, jaket, dll.

c). Produk Khusus : merupakan suatu produk yang terkategori dalam produk mewah . Contohnya mobil.

2. Produk Industri : Produk Industri adalah produk yang dibeli oleh perusahaan yang kemudian diproduksi menjadi suatu produk lalu dipasarkan ke konsumen. Produk industri memiliki jenis jenis yaitu : 

a) Bahan baku : Bahan baku merupakan bahan mentah atau bahan utama yang dalam olahan suatu produk. Contoh bahan baku yaitu gandum, singkong, dll. 

b). Barang modal : adalah barang yang sifatnya tahan lama dan fungsinya yaitu untuk menunjang proses produksi di perusahaan. Contohnya adalah mesin mesin produksi. Merupakan barang bersifat tahan lama yang ikut mendukung dalam proses produksi baik dalam 

C) Perlengkapan dan layanan bisnis (supplies and business service) : barang yang fungsinya memberikan kemudahan dalam mengolah produk, contohnya pelumas pada mesin. Layanan konsultasi adalah pelayanan konsultasi dalam berbisnis misalnya konsultasi pada periklanan produk, izin usaha dan lain-lain.

Strategi Pemasaran Produk

1. Mengenali konsumen sasaran Produk kita : Konsumen adalah hal terpenting dalam suatu pemasaran produk, oleh karena itu kita harus mengenali konsumen kita baik dari tingkah lakunya, kebiasaan, gaya hidup, dll.

2. Memilih lokasi yang strategis : Lokasi yang strategis biasanya adalah lokasi yang ramai, pemilihan lokasi yang tepat akan menjadi suatu penunjang keberhasilan pemasaran produk.

3. Menggunakan e-marketing: Tujuan utama dari e marketing yaitu agar produk kita lebih jauh dikenal banyak konsumen.

4. Meningkatkan Promosi : Lakukanlah strategi promosi yang kita punya secara rutin dengan cara-cara yang kreatif sehingga konsumen lebih tertarik dan tidak merasa bosan. 

5. Menjalin hubungan yang baik dengan konsumen : Hubungan yang baik dengan konsumen akan menciptakan citra yang baik terhadap produk kita dan hal itu merupakan strategi yang cukup mudah untuk dijalankan.

 

Jumat, 11 Desember 2020

 

Nama   : Laelatus Safariyah

Nim     : 180321100112

Kelas   : C

 

Manajemen Pemasaran

A.    Konsep inti STP

Inti dari strategi pemasaran  terdiri dari 3 langkah yaitu Segmentasi, Targeting, Positioning. Langkah pertama  dalam strategi pemasaran yaitu mengidentifikasi atau mendeskripsikan serta  membentuk kelompok pembeli yang terpisah-pisah yang memungkinkan membutuhkan produk. Langkah kedua adalah menentukan pasar sasaran, yakni suatu tindakan memilih satu atau lebih segmen pasar untuk dimasuki atau di layani, serta  langkah yang ketiga yaitu positioning, yang merupakan suatu tindakan membangun dan mengkomunikasikan manfaat pokok yang istimewa dari produk di dalam pasar.

B.     Konsep Nilai Pelanggan

-          Grosir, Pengecer dan Eksportir à grosir adalah suatu pedagang yang membeli barang dari agen tunggal, biasanya pasar grosir ini memiliki tempat khusus yang bisa menguasai kekuasaan di daerah tempat menjualnya, contohnya pasar grosir Surabaya. Pasar pengecer adalah  ebuah pasar dimana pedagang membeli dagangannya  melalui  agen grosir yang selanjutnya akan langsung dijual ke konsumen, contohnya Minimarket. Pasar esportir adalah perusahaa yang memilki fungsin untuk menyalurkan barang ke negera lain, contohnya Ekspor benih lobster

-          Pelanggan lokal, nasional, dan internasionalà Pelanggan lokal adalah pelanggan atau konsumen yang berada di sekitar area tempat usaha itu didirikan, jaraknya tidak terlalu jauh. Pelanggan nasional adalah jangakauannya lebih luas dari pelanggan lokal yaitu ,mencakup seluruh daerah yang ada di suatu Negara tersebut, misalnya pedagang yang ada di Banyuwangi memiliki pelanggan di Jakarta. Pelanggan Internasional adalah kinsmen yang berasal dari luar negeri, konsumen dari ekspor impor

C.     Segmenting

Tahapan segementing dilakukan dengan membagi pelanggan menjadi suatu kelompok yang memiliki karakteristik dan kebutuhan yang sama. Berdasarkan segmentasi yang telah dibuat,  perusahaan dapat berusaha mengembangkan program-program pemasar yang terpisah untuk memenuhi kebutuhan khas masing-masing segmen.Terdapat beberapa pendekatan yang dapat dilakukan dalam segmentasi pasar yaitu :

-          Demografis :  Pembagian pelanggan berdasarkan  atribut pribadi pelanggan  seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan atau status perkawinan. 

-          Geografis :  segmentasi pelanggan berdasarkan  negara, wilayah, kota atau lingkungan tertentu.

-          Psikografis : Segmentasi yang didasarkan status social (kelas atas, menegah dan kelas bawah), gaya hidup (apakah konsumen kita termasuk kedalam konsumen dengan gaya hidup tradisional, modern hemat atau yang lainnya), kepribadian (berdasarkan sifat sifat yang ada pada monsumen).

-          Perilaku : Segmentasi  pasar yang dilakukan dengan cara mengelompokkan pelanggan atau konsumen  berdasarkan peristiwa,  cara mereka menggunakan produk, loyalitas akan produk atau manfaat yang mereka cari. contohnya sebelum adanya virus covid orang orang lebih suka berbelanja secara langsung ke took karena lebih real dengan melihat baranya secara langsung, setelah adanya pandemic  terdapat perubahan perilaku konsumen yaitu konsumen lebih memilih berbelanja secara online dikarenakan lebih aman untuk menghindari kerumunan dan untuk menghindari terpaparnya Covid-19.

D.    Positioning

Positioning merupakan suatu tahapan menentukan bagaimana produk atau brand yang kita jual  direpresentasikan dalam benak pelanggan potensial. Tujuannya dari positioning yaitu  agar produk atau brand  yang kita punya dilihat lebih unggul dari kompetitor. Positioning  menjelaskan strategi mengenai bagaimana cara perusahaan membedakan produknya dibandingkan dengan pesaing didalam benak konsumen. Positioning dilakukan untuk menciptakan citra baik di lingkungan dan di konsumen yang diharapkan perusahaan, Tujuannya  adalah keterkaitan langsung dengan bagaimana konsumen yang berada pada segmen pasar tertentu dalam mempersepsikan produk perusahaan. Terdapat beberapa cara merumuskan Positioning yaitu :

-          Menawarkan Solusi :  memeriksa kembali kebutuhan konsumen  da potensi serta hambatan dari segmentasi yang telah kita buat, dengan mengetahui hambatan, potensi serta permsalahan dari konsumen, kita dapat merancang bagimana agar produk atau brand yang kita buat dapat menyelsaikan permsalaahan tersebut.

-          mengidentifikasi Unique Selling Proposition (USP) : menemukan jawaban yang sangat tepat  ketika pelanggan atau konsumen bertanya “ kenapa kita harus membeli produk ini?” Buatlah  penawaran yang bisa kita  berikan dan  penawaran tersebut tidak dapat ditemukan pada kompetitor lain.

E.     Targetting

Targetting adalah suatu strategi memilih target yang tepat yang telah dipilih dalam egmentasi pasar. Untuk mengevaluasi dan memilih target, ada beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan, seperti:

-          Ukuran : Seberapa besar segmentasi pasar tersebut dan potensinya untuk bertumbuh di masa depan.

-          Profitabilitas : memilih segmen yang memberikan keuntungan terhadap produk kita lebih tinggi.

-          Aksesibilitas : Seberapa mudah atau sulit bagi kita untuk mencapai segmen target market tersebut dengan pesan pemasaran yang telah dilakukan.

-          Fokus pada manfaat. Masing-masing segmen membutuhkan manfaat yang berbeda.

 

 

SIB _ Rengginang

 Nama : Laelatus Safariyah Nim : 180321100112 Kelas : RAB D Produk Rengginang Alasan kami mengangkat produk rengginang sebagai produk ...