Nama : Laelatus Safariyah
Nim :
180321100112
Kelas : Manajemen Pemasaran C
BAURAN LOKASI DAN SALURAN DISTRIBUSI
A.
Konsep
Lokasi dalam Bauran Pemasaran
Penentuan lokasi
yang tepat menjadi sangat penting, bagi
setiap perusahaan, dalam g ketat dalam suatu usaha penentuan lokasi mempunyai pengaruh cukup .
Penentuan lokasi kantor beserta sarana dan prasarana pendukung menjadi sangat
penting, agar klien dan konsumen mudah
menjangkau setiap lokasi perusahaan yang ada.Saluran distribusi adalah suatu cara perusahaan menyampaikan barang
yang diproduksi ke konsumen untuk memenuhi kebutuhan, keinginan dan permintaan
dari konsumen.
bentuk Bentuk Saluran Distribusi
yaitu :
1.
Saluran level nol : perusahaan yang langsung
menjual kepada pelanggan akhir
2.
Saluran satu-level: terdiri dari satu perantara penjual, seperti pengecer atau
dengan menggunakan distributor
3.
Saluran dua-level: terdiri dari dua perantara,
misalnya pengecer dan pedagang besar, atau perusahaan yang menggunakan
perwakilan untuk perusahaannya
4.
Saluran tiga-level: terdiri dari tiga perantara, misalnya pemborong, pedagang
besar dan pengecer atau perusahaan yang menggunakan cabang perwakilan dan
distributor.
Terdapat beberapa factor yang
menjadi pertimbangan dalam pemilihan saluran distribusi yaitu :
1. Pertimbangan-pertimbangan
pasar
2. Perimbangan-pertimbangan
produk atau jasa
3. Pertimbangan-pertimbangan
perantara
4. Pertimbangan-pertimbangan
perusahaan
B.
Kriteria
Daerah Kinerja yang Positif untuk Pemasaran
1.
Daerah yang memiliki masyarakat atau konsumen
yang cukup ramai
2.
Sarana dan prasarana yang cukup memadai
3.
Dekat dengan lokasi produksi
C.
Persyaratan
Legislasi Wilayah Terkait K3 dalam Kegiatan Pemasaran
Syarat penerapan
keselamatan kerja menurut UU No 1 Tahun
1970 pasal 3 adalah sebagai berikut :
1.
Mencegah dan mengurangi kecelakaan
2.
Mencegah, mengurangi, dan memadamkan kebakaran
3.
Mencegah dan mengurangi bahaya
peledakan
4.
Memberi jalur evakuasi kedaan darurat
5.
Memberi P3K kecelakaan kerja
6.
Memberi APD pada tenaga kerja
7.
Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyebaran
suhu, kelembapan,debu,asapa,uap,gas,
radiasi, kebisingan, dan getaran.
8.
Penerangan yang cukup sesuai
9.
Mencegah dan mengendalikan penyakit akibat kerja
10. Suhu
dan kelembapan udara yang baik
11. Menyediakan
ventilasi yang cukup
12. Memelihara
kebersihan,kesehatan, dan ketertiban
13. Mengamankan
dan memeperlancar pengangkutan manusia, binatang, tanaman, dan barang
14. Mengamankan
dan memelihara segala jenis bangunan
15. Mengamankan
dan memperlancar bongkar muat, perlakuan, dan penyimpanan barang
16. keserasian
tenaga kerjs, peralatan, lingkungan, cara dan proses kerja
17. Mencegah
terkena aliran listrik
18. Menyesuaikan
dan menyempurnakan keselamatan pekerjaan yang resikonya bertambah tinggi.
D.
Konsep
dan Kegunaan Saluran Distribusi
Sistem Distribusi adalah cara yang ditempuh
atau digunakan untuk menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen.
Sistem distribusi bertujuan agar hasil produksi sampai kepada konsumen dengan
lancar, tetapi harus memperhatikan kondisi produsen dan sarana yang tersedia
dalam masyarakat, dimana sistem distribusi yang baik akan sangat mendukung
kegiatan produksi dan konsumsi. Terdapat beberapa kegunaan salura distribusi
yaitu :
1.
Menanggung resiko yang berhubungan dengan
pelaksanaan fungsi saluran pemasara yang dibuat oleh perusahaan.
2.
Mengumpulkan informasi mengenai pelanggan,
pesaing serta pelaku usaha lainnya yang hubungannya erat dengan perusahaan.
3.
Mengembangkan komunikasi untuk merangsang
pembelian
4.
Mencapai
persetujuan akhir mrngenai harga dan syarat lain
E.
Tipe-Tipe
Distribusi
Terdapat beberapa
jenis Saluran Distribusi yaitu :
19. Produsen
→ Konsumen Bentuk saluran distribusi yang paling pendek dan paling sederhana
adalah saluran distribusi dari produden ke konsumen tanpa menggunakan
perantara.
20. Produsen → Pengecer → Konsumen Disebut juga
saluran didtribusi langsung, di disini pengecer besar langsung melakukan
pembelian kepada produsen.
21. Produsen → Pedagang besar → Pengecer →
Konsumen Saluran distribusi banyak digunakan oleh produsen, saluran distribusi
semacam ini sering disebut saluran distribusi tradisional. Produsen hanya
melayani penjualan dalam jumlah besar saja, tidak menjual kepada pengecer.
22. Produsen
→ Agen → Pengecer → Konsumen Produsen memilih agen sebagai penyalurnya ia
menjalankan kegiatan perdagangan besar dalam saluran distribusi yang ada.
Sasaran penjualannya terutama ditunjukan kepada para pengecer besar.
23. Produsen
→ Agen → Pedagang besar → Pengecer → Konsumen Dalam saluran distribusi,
produsen sering menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan barangnya
kepada pedagang besar.
F.
Evaluasi
dan Pengendalian Saluran Distribusi
1.
Vertikal Marketing System : jaringan yang dikelola secara terpusat dan
professional oleh perusahaan
2.
Horizontal Marketing System : jaringan yang
terbentuk apabila beberapa perusahaan perantaran yang tidak berkaitan
menggabungkan sumber dayaprogram pemasarannya guna memanfaatkan peluang pasar
yang ada.
G.
Manajemen
Konflik Dalam Saluran Distribusi
Sumber Konflik
Saluran :
1.
Konflik saluran horizontal : Konflik antar
anggota pada tingkat yang sama di dalam saluran. Contohnya yaitu terjadi antar pengecer. Misalnya, ketika salah
satu pengecer merasa ada pesaing lain yang bersaing terlalu ketat melalui penetapan harga atau
menggunakan iklan untuk menyerang
wilayah penjualan mereka.
2.
Konflik saluran Vertikal : Konflik antara
tingkat yang berbeda dalam saluran yang sama. Contohnya yaitu terjadi antara
pengecer dan pemasok mereka ketika kedua pihak merasa didominasi oleh yang
lain. Konflik dapat timbul ketika pabrikan membuat saluran baru.
3.
Konflik Multisaluran : Konflik ini terjadi
ketika produsen menentukan dua atau lebih saluran yang menjual ke pasaryang
sama. Konflik ini terutama sangat kuat ketika anggota salah satu saluran
mendapat hargalebih rendah.
Manajemen
Konflik Saluran Distribusi :
1.
Ko-optasiadalah usaha yang dilakukan suatu organisasi untuk
mendapatkan dukungan daripemimpin
organisasi lain dengan memasukan mereka dalam dewan penasihat, dewan direksi,dan
semacamnya.
2.
Diplomasiterjadi ketika masing-masing pihak mengirimkan
seorang/ sekelompok untukbertemu dengan pihak lawan untuk menyelesaikan
konflik.
3.
Mediasi berarti memilih pihak ketiga yang netral dan
memiliki keahlian yang dapanmendamaikan kepentingan kedua belah
pihak.Arbitrasiterjadi ketika dua pihak
setuju memaparkan permasalahan mereka kepada satu ataulebih arbitrator
dan menerima keputusan arbitrasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar