Jumat, 25 Desember 2020

Bauran Lokasi dan Saluran Distribusi

 

Nama   : Laelatus Safariyah

Nim     : 180321100112

Kelas   : Manajemen Pemasaran C

 

BAURAN LOKASI DAN SALURAN DISTRIBUSI

A.    Konsep Lokasi dalam Bauran Pemasaran

Penentuan lokasi yang tepat menjadi sangat penting,  bagi setiap perusahaan, dalam g ketat dalam suatu usaha  penentuan lokasi mempunyai pengaruh cukup . Penentuan lokasi kantor beserta sarana dan prasarana pendukung menjadi sangat penting, agar klien dan konsumen  mudah menjangkau setiap lokasi perusahaan yang ada.Saluran distribusi adalah  suatu cara perusahaan menyampaikan barang yang diproduksi ke konsumen untuk memenuhi kebutuhan, keinginan dan permintaan dari konsumen.

bentuk Bentuk Saluran Distribusi yaitu :

1.      Saluran level nol : perusahaan yang langsung menjual kepada pelanggan akhir

2.      Saluran satu-level: terdiri dari  satu perantara penjual, seperti pengecer atau dengan menggunakan distributor

3.      Saluran dua-level: terdiri dari dua perantara, misalnya pengecer dan pedagang besar, atau perusahaan yang menggunakan perwakilan untuk perusahaannya

4.      Saluran tiga-level: terdiri dari  tiga perantara, misalnya pemborong, pedagang besar dan pengecer atau perusahaan yang menggunakan cabang perwakilan dan distributor.

Terdapat beberapa factor yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan saluran distribusi yaitu :

1.      Pertimbangan-pertimbangan pasar

2.      Perimbangan-pertimbangan produk atau jasa

3.      Pertimbangan-pertimbangan perantara

4.      Pertimbangan-pertimbangan perusahaan

 

B.     Kriteria Daerah Kinerja yang Positif untuk Pemasaran

1.      Daerah yang memiliki masyarakat atau konsumen yang cukup ramai

2.      Sarana dan prasarana yang cukup memadai

3.      Dekat dengan lokasi produksi

C.    Persyaratan Legislasi Wilayah Terkait K3 dalam Kegiatan Pemasaran

Syarat penerapan keselamatan kerja menurut UU No 1 Tahun  1970 pasal 3 adalah sebagai berikut :

1.      Mencegah dan mengurangi kecelakaan

2.      Mencegah, mengurangi, dan memadamkan kebakaran

3.      Mencegah dan mengurangi  bahaya  peledakan

4.      Memberi jalur evakuasi kedaan darurat

5.      Memberi P3K kecelakaan kerja

6.      Memberi APD pada tenaga kerja

7.      Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyebaran suhu, kelembapan,debu,asapa,uap,gas,  radiasi, kebisingan, dan getaran.

8.      Penerangan yang cukup sesuai

9.      Mencegah dan mengendalikan penyakit akibat kerja

10.  Suhu dan kelembapan udara  yang baik

11.  Menyediakan ventilasi yang cukup

12.  Memelihara kebersihan,kesehatan, dan ketertiban

13.  Mengamankan dan memeperlancar pengangkutan manusia, binatang, tanaman, dan barang

14.  Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan

15.  Mengamankan dan memperlancar bongkar muat, perlakuan, dan penyimpanan barang

16.  keserasian tenaga kerjs, peralatan, lingkungan, cara dan proses kerja

17.  Mencegah terkena aliran listrik

18.  Menyesuaikan dan menyempurnakan keselamatan pekerjaan yang resikonya bertambah tinggi.

D.    Konsep dan Kegunaan Saluran Distribusi

Sistem Distribusi adalah cara yang ditempuh atau digunakan untuk menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Sistem distribusi bertujuan agar hasil produksi sampai kepada konsumen dengan lancar, tetapi harus memperhatikan kondisi produsen dan sarana yang tersedia dalam masyarakat, dimana sistem distribusi yang baik akan sangat mendukung kegiatan produksi dan konsumsi. Terdapat beberapa kegunaan salura distribusi yaitu :

1.      Menanggung resiko yang berhubungan dengan pelaksanaan fungsi saluran pemasara yang dibuat oleh perusahaan.

2.      Mengumpulkan informasi mengenai pelanggan, pesaing serta pelaku usaha lainnya yang hubungannya erat dengan perusahaan.

3.      Mengembangkan komunikasi untuk merangsang pembelian

4.      Mencapai persetujuan akhir mrngenai harga dan syarat lain

E.     Tipe-Tipe Distribusi

Terdapat beberapa jenis Saluran Distribusi  yaitu :

19.  Produsen → Konsumen Bentuk saluran distribusi yang paling pendek dan paling sederhana adalah saluran distribusi dari produden ke konsumen tanpa menggunakan perantara.

20.   Produsen → Pengecer → Konsumen Disebut juga saluran didtribusi langsung, di disini pengecer besar langsung melakukan pembelian kepada produsen.

21.   Produsen → Pedagang besar → Pengecer → Konsumen Saluran distribusi banyak digunakan oleh produsen, saluran distribusi semacam ini sering disebut saluran distribusi tradisional. Produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar saja, tidak menjual kepada pengecer.

22.  Produsen → Agen → Pengecer → Konsumen Produsen memilih agen sebagai penyalurnya ia menjalankan kegiatan perdagangan besar dalam saluran distribusi yang ada. Sasaran penjualannya terutama ditunjukan kepada para pengecer besar.

23.  Produsen → Agen → Pedagang besar → Pengecer → Konsumen Dalam saluran distribusi, produsen sering menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan barangnya kepada pedagang besar.

F.     Evaluasi dan Pengendalian Saluran Distribusi

1.      Vertikal Marketing System :  jaringan yang dikelola secara terpusat dan professional oleh perusahaan

2.      Horizontal Marketing System : jaringan yang terbentuk apabila beberapa perusahaan perantaran yang tidak berkaitan menggabungkan sumber dayaprogram pemasarannya guna memanfaatkan peluang pasar yang ada.

G.    Manajemen Konflik Dalam Saluran Distribusi

Sumber Konflik Saluran :

1.      Konflik saluran horizontal : Konflik antar anggota pada tingkat yang sama di dalam saluran. Contohnya yaitu  terjadi antar pengecer. Misalnya, ketika salah satu pengecer merasa ada pesaing lain yang bersaing terlalu ketat melalui penetapan harga atau menggunakan iklan untuk menyerang wilayah penjualan mereka.

2.      Konflik saluran Vertikal : Konflik antara tingkat yang berbeda dalam saluran yang sama. Contohnya yaitu terjadi antara pengecer dan pemasok mereka ketika kedua pihak merasa didominasi oleh yang lain. Konflik dapat timbul ketika pabrikan membuat saluran baru.

3.      Konflik Multisaluran : Konflik ini terjadi ketika produsen menentukan dua atau lebih saluran yang menjual ke pasaryang sama. Konflik ini terutama sangat kuat ketika anggota salah satu saluran mendapat hargalebih rendah.

Manajemen Konflik Saluran Distribusi :

1.      Ko-optasiadalah usaha yang dilakukan suatu organisasi untuk mendapatkan dukungan daripemimpin organisasi lain dengan memasukan mereka dalam dewan penasihat, dewan direksi,dan semacamnya.

2.      Diplomasiterjadi ketika masing-masing pihak mengirimkan seorang/ sekelompok untukbertemu dengan pihak lawan untuk menyelesaikan konflik.

3.      Mediasi berarti memilih pihak ketiga yang netral dan memiliki keahlian yang dapanmendamaikan kepentingan kedua belah pihak.Arbitrasiterjadi ketika dua pihak setuju memaparkan permasalahan mereka kepada satu ataulebih arbitrator dan menerima keputusan arbitrasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SIB _ Rengginang

 Nama : Laelatus Safariyah Nim : 180321100112 Kelas : RAB D Produk Rengginang Alasan kami mengangkat produk rengginang sebagai produk ...