Rabu, 17 Maret 2021

SIB _ Rengginang

 Nama : Laelatus Safariyah

Nim : 180321100112

Kelas : RAB D


Produk Rengginang

Alasan kami mengangkat produk rengginang sebagai produk yang akan kami kembangkan yaitu

A.   Rengginang merupakan camilan khas Madura yang banyak diminati oleh masyarakat , karena rengginang memiliki  cita rasa yang khas. Potensi dari rengginang sangatlah  bagus untuk dikembangkan, karena rengginag merupakan salah satu camilan khas Madura yang dapat dijadikan oleh-oleh para wisatawan yang berkunjung ke Sumenep dan masyarakat lainnya.  Rengginang yang akan dikembangkan memilki berbagai keunggulan yiatu : 

  1. Memilki berbagai variasi rasaM
  2. Memiliki variasi hargaB
  3. Bahan bahan yang digunakan berkualitasM
  4. Memberikan pelayanan yang ramah kepada konsumen

B.  untuk membantu para pembuat rengginang dalam memasarkan produk mereka, karena selama ini mereka hanya menjual hasil renggginang tyang mereka buat ke pedagang ecer, dan dijual dirumah. Oleh karena itu kami ingin mengembangkan pemasaran rengggianang lebih luas lagi agar, harapannnya dengan adanya pengembangan pangsa pasar ini dapat membantu para pembuat renggginang dalam hal pemasaran dan memberiakn keuntungan yang cukup besar bagi pembuat rengginang. Pengembangan pasar meliputi Produk rengginang selain dipasarkan di took took setempat, juga akan dipasarkan melalui media online yaitu  Shopee, Bukalapak, Tokopedia. Selainn menggunakan media social, kami juga akan menggunakan jasa  selebgram untuk memperomosikan produk rengginang ini agar lebih mudah dan cepat dikenal oleh masyarakat, karena saat ini selebgram merupakan salah satu tokoh yang sangat berdampak pada suatu UMKM ataupun usaha.  

C. Melestarikan camilan khas Madura dan menguggulkan brand dalam negeri.

Jumat, 22 Januari 2021

UAS Ekonomi Manajerial_Beras Merah Organik "Jaya"

Nama : Laelatus Safariyah

Nim : 180321100112

Kelas : Manajemen Pemasaran C


                        UAS MANAJEMEN PEMASARAN

1. Segmentasi, Targetting dan Positioning Beras merah Organik

a. Segementasi ( Segmentasi pemasaran untuk perusahaan beras merah organic milik saya yaitu Jakarta pusat, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera, dan Sulawesi. Alasan saya memilih daerah daerah tersebut dikatrenakan Provinsi tersebut termasuk kedalam Provinsi yang maju dengan tingkatan PDB yang sangat tinggi , dimana Jakarta PDB nya mencapai Rp 2.599,17T, Jawa timur PDB nya RP 2.189,78 T, Jawa Barat PDB Rp 1.962,78 T, Riau PDB Rp755,27 T dan Sumatera PDB Rp 741,19 T dan Sulawesi PDRB Rp 462,34 T. Perusahaan berpusat di Jakarta sedangkan untuk cabangnya ada di Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera, dan Sulawesi. Supply Chain Management pada perusahaan saya yaitu para petani petani di daerah daerah berpotensi penghasil beras merah.

b. Targetting ( Target dari beras merah organic dari perusahaan kami yaitu Menengah ke atas , karena harga dari beras merah cukup mahal. Selain itu Targetting juga disesuaikan dengan segmentasi pasar, dimana segmentasi pasar perusahaan kami yaitu daerah daerah yang tergolong maju di Indonesia. Selain itu target untuk beras merah yaitu untuk orang orang yang sedang dalam program diet dan yang terkena diabetes.

c. Positioning ( Menonjolkan keunggulan bahwa beras merah yang perusahaan kami jual yaitu beras merah organic, Menggunakan media promosi terkini (Dokter, Selebgram, Youtuber), dan Kualitas beras merah dijamin, Mendapatkan sertifikat Halal.

2. Bauran Pemasaran Produk Beras Merah Organik “Jaya”:

a. Bauran Produk

-Memberikan penjelasan detail mengenai produk

-Membuat desain yang menarik

-Membuat variasi kemasan mulai dari yang 1 Kg sampai borongan.

b. Bauran Lokasi

-Lokasi yang dipilih sesuai dengan segemntasi pasar yaitu provinsi provinsi yang maju di Indonesia.

-Lokasi memperhatikan perusahaan yang sejenis.

-Dekat dengan mitra kerja (petani beras merah)

-Lokasi sangat strategis atau mudah dijangkau

c. Bauran Promosi 

-Memaksimalkan pemasaran secara online shop

-Menggandeng mitra kerja yang berpengaruh di masyarakat misalnya aktris ataupun actor

-Mengadakan workshop terkait pentingnya menjaga kesehatan, selain itu juga melakukan pelatihan pengolahan beras merah organic

-Media iklan yang digunakan sangat inovatif (Yotube, TV, Radio, Isntagram, Tik tok, dll)

-Menggunakan strategi yang tepat dalam promosi (gaya bahasa ataupun gestur).

d. Bauran Harga 

- Penetapan harga dilakukan secara tepat (tidak terlalu tinggi ataupun rendah)

- Harga bervariasi tergantung dari variasi kemasannya

-Harga yang ditetapkan haruslah menyesuaikan dengan harga pasar sekitar, tujuannya adalah agar tidak terjadi ketidakstabilan harga.

Strategi Pencapaian Target Omset Perusahaan pada Bulan Januari yaitu Rp 1.000.000.000. Omset dapat dicari dengan cara harga x kuantitas.

Omset 1 Hari :

Rp 28.000 x 1191 Kg = 33.348.000

Omset 1 Bulan

Rp 33.348.000 x 30 = 1.000.440.000

3. Poster dari Perusahaan kami (Beras Merah Organik Jaya)

  



4. Analisis daya saing Beras Merah Organik di Pasar Asean

Daya saing di Pasar Asean paling unggul yaitu terkait dengan beras organik, sedangkan untuk beras merah organic kurang terlalu unggul, oleh karena itu Indonesia sangat berpeluang sekali untuk memasarkan beras merah organik di Pasar Asean akan tetapi untuk memasuki pasar ASEAN juga harus melakukan strategi yang baik agar bisa setara dengan beras organic. Berikut beberapa strategi yang digunakan untuk memasuki pasar ASEAN :

a. Menjaga kualitas produk

b. Pada saat awal promosi penetapan harga yang dilakukan menggunakan 

c. Mengumpulkan data kota kota di ASEAN terkait konsumsi beras merah, sehingga kita dapat mengetahui lokasi yang strategis untuk pemsaran beras merah organic. 

Jumat, 15 Januari 2021

Mengevaluasi Potensi dan Peluang Ekspor

 Nama : Laelatus Safariyah

Nim : 180321100112

Kelas : Manajemen Pemasaran C


Mengevaluasi Potensi dan Peluang Ekspor

A. Konsep Keunggulan Kompetitif : Kemampuan yang diperoleh melalui karakteristik dan sumber daya suatu perusahaan untuk memeiliki kinerja yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan lain pada pasar yang sama. Terdapat beberapa konsep keunggulan kompetitif yang ditinjau dari berbagai aspek yaitu :P Produk: sesuatu yang dibuat atau dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Produk yang dibuat olehnperusahaan haruslah dapat memberikan kepuasan kepada konsumen. Ketika perusahaan bersaing untuk mendapatkan keunggulan kompetitif, hal itu berarti meningkatkan pilihan konsumen untuk produk yang lebih murah dan berkualitas. Untuk memasuki pasar ekspor maka perusahaan harus membuat sebuah produk yang lebih unggul dari yang lainnya.

1. Harga Ekspor: Cara menetapkan harga yang seseuai dengan kondisi internal perusahaan dan situasu pasar yang dihadapai agar penjualan produk dapat berhasil, sehingga perusahaan dapat memaksimalkan keuntungan. Strategi penetapan harga dimana perusahaan menggunakan pesaing atau rata rata industry untuk menetapkan hargan produk yang dihasilkan. Contohnya, pada produk yang sama penetapan harga yang dipilih yaitu harga lebih rendah sehingga harga produk tersebut memiliki keunggulan kompetitif dari segi harga.

2. Kualitas : seberapa baik sebuah produk sesuai dengan kebutuhan spesifik dari pelanggan. Kualitas meliputi kualitas kinerja,kualitas kesesuaian, daya tahan dan kehandalan. Kulaitas produk akan berdampak pada kepuasan konsumen, konsumen yang puas akan cenderung mengulangi pembelian produk tersebut.

3. Kemasan atau Packaging : merupakan sebuah pembungkus atau pelindung suatu produk untuk membrikan kemudahan dalam penggunaan, memberikan daya tarik pada konsumen, sebagai identitas produk, sebagai brand dari suatu perusahaan. Kemasan juga memberikan informasi mengenai produk yang kita jual. Contoh keunggulan kompetitif kemasan yaitu adanya Inovasi produk berkaitan dengan kemajuan teknologi dan daur ulang, apabila kemasan dapat didaur ulang maka hal tersebut dapat memberikan keunggulan kompetitif pada produk perusahaan.

4. Biaya Produksi : Biaya biaya yang dikeluarkan ketika sedang dalam proses produksi. Pelaksanaan produksi dengan biaya minimum akan memperoleh keuntungan yang optimum dan bersaing dengan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan harga produk pesaing.

B. Ciri Ciri Pasar Potensial

1. Pendekatan Permintaan merupakan Cara terbaik untuk mengetahui kondisi ataupun potensi yang dimilki oleh pansa pasar tertentu. Metode permintaan menekankan mengenai kebutuhan manusia yang sampai saat ini belum dapat terpenuhi sepenuhnyan atau ada yang memenuhi hanya saja kuirang merasa puas. 

2. Pendekatan Penawaran, pendekatan ini berawal dari kemampuan yang dimiliki oleh manajer perushaan dalam memproduksi suatu barang, memberikan pelayanan baik itu pelayanan jasa maupun produk, dengan melakukan pendekatan ini maka secara tidak langsung manajer perusahaan tersebut akan mengetahui tingkat pesaing lainnya.

C. Ciri dan Teknik Ceruk Pasar

Ceruk pasar adalah sebuah pasar yang spesifik denga pesaing yang lebih sedikit. Kalau ingin memproduksi suatu barang maka kita mencari informasi mengenai produk yang menjadi kebutuhan konsumen. Terdapat beberapa ciri ceruk pasar yaitu :

1. Jika berhasil, maka akan dapat memperoleh keuntungan yang cukup tinggi

2. Melakukan inovasi pada produk, sehingga produk yang diproduksi memilki keunikan tersendiri dan konsumen bersedia membeli dengan harga yang lebih tinggi

3. Mengguakan strategi pemsaran terdiferensiasi

4. Memilki skala ekonomi yang rendah, hal ini dikarenakan ukuran pasar yang relative kecil

5. Melayani kebutuhan konsumen secara spesifik.

6. Terdapat beberapa teknik yang digunakan untuk menentukan ceruk pasar yaitu :

7. Menemukan keunggulan dan daya tarik produk

8. Melakukan riset untuk mengetahui pasar

9. Mengetahui target pasarsecara mendalam

10. Menyelesaikan permsalahan dengan pelanggan

11. Terbuka untuk peluang baru

12. Menyusun strategi penyebaran informasi terkait usaha yang dijalankan

13. Memilih target segmen pasar dan selalu melakukan kegiatan evaluasi.

D. Ciri Ciri Produk Ynag marketable Untuk Ekspor

1. Produk mengikuti perkembangan trend global

2. Memiliki kunikan dan inovatif

3. Kemasan produk yang Marketable

4. Harga yang bersaing

Jumat, 08 Januari 2021

BAURAN PROMOSI

 Nama : Laelatus Safariyah

Nim : 180321100112

Kelas : Manajemen Pemasaran C


                                      Bauran Promosi

A. Konsep Inti Promosi

Promosi adalah sebuah usaha untuk menawarkan sebuah untuk menawarkan sebua produk atau jasa dengan tujuan menarik pembeli atau konsumenuntuk mengonsumsi barang atau jasa yang ditawarkan. Konsep promosi adalah sebuah gagasan untuk atau ide sebagai bentuk usaha untuk menawarkan produk atau jasa yang bertujuan untuk menarik konsumen agar mau membeli barang atau jasa yang kita tawarkan. Konsep promosi dapat nuga diartikan sebuah strategi dalam promosi.

BM Bentuk Bentuk Promosi 

Terdapat beberapa bentuk promosi yaitu :

1. Pameran Dagang : adalah sebuah pameran yang diadakan untuk sebuah perusahaan sehingga disini perusahaan dapat memamerkan produk atau jasa terbaru dari hasil perusahaan mereka, mempelajari aktivitas pesaing dan mengikuti tren serta kesempatan baru dalam memamerkan produk atau jasa mereka. Sejumlah pameran dapat dihadiri oleh siapa saja, sementara lainnayb hanya dapat dihadiri oleh perwakilan perusahsaan dan anggota pers, sehingga pameran tersebut dikelompokkan sebagai umum saja. Contoh pameran dagang yaitu Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 pada 16-20 Oktober 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten.

2. In House Promotion : adalah promosi yang bersifat kedalam, dimana dalam kegiatan promosinya hanya dipusatkan dilingkungan itu sendiri, misalnya di hotel.

3. Periklanan : adalah suatu bentuk promosi secara tidak langsung yang tujuannya untuk membujuk, mempersuasi para pendengar atau pembaca yang disampaikan melalui sebua media yang ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat tentang sebuah produk atau jasa yang disusun sedemikian rupa. Yeradapat beberapa fungsi iklan yaitu : nenberikan informasi, mempersuasi, mengingatkan, memberikan niai tambah, mendampingi.

4. Public Relation : adalah startegi perusahaan untuk membangun relasi yang baik dengan public dengan tujuan untuk mendapatkan opini yang positif dari kalangan masyarakat di sekitarnya, ini merupakan strategi yang sangat baik digunakan untuk promosi produk perusahaan.

5. Familiarisation : Strategi promosi yang digunakan oleh perusahaan dengan cara mengenalkan produk ke masyarakat dan memberikan ciri khas pada produk merek, pengenalan produk ini dilakukan pada konsumen yang potensial.

6. Signage : Bentuk penyampaian informasi melalui media display elektronik yang dilakukan secara dinamis, sehingga bentuk promosi ini sangat cocok di era sekarang.

7. Display : Mengelompokkan barang sesuia dengan jenis dan kegunaan dengan memperhatikan keindahan untuk menarik minat konsumen serta meningkatakan keinginan konsumen dalam membeli produk tersebut.

C. Pemilihan Media Iklan

Terdapat beberapa teknik dalam pemilihan media iklan yaitu :

1. Menentukan Budget : Jika perusahaan termasuk ke dalam perusahaan besar dan budget untuk iklan ratusan juta hingga miliyaran maka iklan yang sesuai yaitu menggunakan TV, apabila budget yang dimilki untuk iklan hanya ratusan atau jutaan maka iklan yang tepat yaitu menggunakan internet atau Koran.

2. Menentukan segmen pasar : periklanan dilakukan sesuai dengan semen pasar yang kita pilih, misalnya segmen produk perusahaan tersebut adalah pemsaran lokal, maka sebaiknya menggunakan media lokal saja agar target pasar lebh efisien dan efektif.

3. Menentukan Materi Iklan : Periklanan disesuaikan dengan materik iklan yang dibuat oleh perusahaan, misalnya materi iklan berisi video atau audio maka iklan yang tepat yaitu melalui Televisi.

4. Menentukan media online atau offline atau keduanya tergantung dari pasar yang ingin diraih, jika ngin meraih pangsa pasar lebih besar lagi maka menggunakan keduanya sangat cocok sekali.


D. Faktor factor yang mempengaruhi bentuk promosi

Terdapat beberapa factor yang mempengaruhi bnetuk promosi yaitu : 

1. Tujuan Promosi : Jika perusahaan ingin menjangkau kahlayak luas maka iklan menjadi pilihan yang sangat tepat dalam mempromosikan produk atau jasa.

2. Jenis Produk : produk produk industrial lebih membutuhkan pendekatan personal, sementara produk konsumsi biasanya lebih membutuhkan banyak iklan.

3. Infrastruktur dan sumber daya : Biaya yang digunakan untuk promosi tergantung dari masing masing perusahaan, apabila perusahaan mengaggarkan biaya promosi sangat banyak maka bentuk promosi bisa berupa periklanan di Televisi. Apabila perusahaan belum mempunyai budget dan tergolong perusahaan yang baru maka bentuk prmosoi bisa berupa public relation.

4. Strategi penetapan harga : Produk premium seperti I Phone kurang mengandalkan iklan media massa, biasanya perusahaan akan melakukan pendekatan secara inti taitu penjualan pribadi.

5. Ukuran pasar : jika perusahaan menargetkan pelanggan yang lebih spesifik penjualan secara langsung dan in house promotion sangat tepat, sedangkan jika perusahaan menargetkan psar massal maka bentik promosi yang tepat yaitu menggunakan iklan.

Kamis, 31 Desember 2020

Bauran Pemasaran (Penetapan Harga)

Nama : Laelatus Safariyah

Nim : 180321100112

Kelas : Manajemen Pemasaran C

            Bauran Pemasaran (Penetapan Harga)


A. Konsep Penetapan Harga

Penetapan harga adalah tindakan untuk menetapkan nilai suatu produk atau layanan, atau penetapan harga terjadi ketika bisnis memutuskan berapa banyak pelanggan harus membayar untuk suatu produk atau layanan. Hal hal yang harus diperhatikan saat melakukan penetapan harga yaitu :

1. Identitas barang dan jasa 

2. Biaya barang dan jasa serupa di pasar

3. Audiens sasaran untuk siapa barang dan jasa diproduksi

4. Total biaya produksi (bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya mesin, transit, biaya persediaan, dll) 

5. Eksternal seperti aturan 

         Penetapan harga biasanya dilakukan dengan mengadakan percobaan untuk menguji pasarnya, apakah di pasar pentapan harga yang dilakukan menerima atau menolak. Apabila konsumen menerima penawaran tersebut, berarti harga yang ditetapkan sudah layak. Tetapi jika mereka menolak, biasanya harga itu akan diubah dengan cepat. Keputusan tentang penetapan harga tersebut perlu diintegrasikan dengan keputusan tentang barang. Hal ini disebabkan karena harga merupakan bagian dari penawaran suatu barang, seperti juga pada kemasan dan merk.

B. Tujuan Penetapan Harga

Terdapat beberapa tujuan produsen dalam menetapkan harga yaitu : 

1. Mendapatkan laba maksimum

Dalam praktek, terjadinya harga memang ditentukan oleh penjual dan pembeli. Makin besar daya beli konsumen, semakin besar pula kemungkinan bagi penjual untuk menetapkan tingkat harga yang lebih tinggi. Dengan demikian penjual mempunyai harapan untuk mendapatkan keuntungan maksimum sesuai dengan kondisi yang ada. 


2. pengembalian investasi yang ditargetkan atau pengembalian pada penjualan bersih

Harga yang dapat dicapai dalam penjualan dimaksudkan pula untuk menutup investasi secara berangsur-angsur. Dana yang dipakai untuk mengembalikan investasi hanya bisa diambilkan dari laba perusahaan, dan laba hanya bisa doperoleh bilamana harga jual lebih besar dari jumlah biaya seluruhnya.

3. Mencegah atau mengurangi persaingan

Tujuan mencegah atau mengurangi persaingan dapat dilakukan melalui kebijaksanaan harga. Hal ini dapat diketahui bilamana para penjual menawarkan barang dengan harga yang sama. Oleh karena itu persaingan hanya mungkin dilakukan tanpa melalui kebijaksanaan harga, tetapi dengan servis lain. Persaingan seperti itu disebut persaingan bukan harga (non-price competition).

4. Mempertahankan atau memperbaiki market share

Memperbaiki market share hanya mungkin dilaksanakan bilamana kemampuan dan kapasitas produksi perusahaan masih cukup longgar, disamping juga kemampuan di bidang lain seperti bidang pemasaran, keuangan, dan sebagainya. Dalam hal ini harga merupakan factor yang penting. Bagi perusahaan kecil yang mempunyai kemampuan sangat terbatas, biasanya penentuan harga ditujukan untuk sekedar mempertahankan market share. Perbaikan market share kurang diutamakan, lebih-lebih apabila persaingan sangat ketat.

C. Faktor faktor yang mempengaruhi penetapan harga

Terdapat beberapa faktor faktor yang mempengaruhi penetapan harga yaitu :

1. Target Pasar : Target pasar massal seharusnya menggunakan pendekatan yang berbeda daripada pasar terdiferensiasi. Begitu juga, pendekatan juga mungkin berbeda jika perusahaan menargetkan ceruk pasar

2. Jenis pasar sasaran produk kita : Untuk pasar baru, perusahaan mungkin akan memilih penetapan harga penetrasi. Perusahaan mengenakan harga yang lebih rendah untuk menghasilkan lebih banyak pelanggan yang membeli produk tersebut

3. Tren Permintaan : Perusahaan mungkin mempertimbangkan untuk menetapkan harga tinggi jika permintaan akan produknya sangat tinggi. Sebaliknya, selama penurunan permintaan, perusahaan mungkin akan menetapkan harga promosional dengan menawarkan insentif dan diskon lainnya untuk menjaga minat pelanggan. 

4. Harga produk pesaing : Jika pesaing mengenakan biaya yang jauh lebih sedikit, maka perusahaan mungkin juga menurunkan harga. Ketika para pemain berlomba menurunkan harga, itu dapat mengarah pada perang harga, yang mana cenderung merugikan semua pemain di pasar.

5. Siklus hidup produk : Perusahaan biasanya menggunakan strategi penetapan harga pasar sebelum mencapai tahap penurunan. Sebaliknya, menjelang akhir siklus hidup, produk mulai tergantikan secara bertahap karena digantikan oleh produk pesaing atau versi yang diperbarui oleh perusahaan yang sama.

D. Metode Penetapan Harga

Terdapat beberapa metode penetapan harga

1. Price Skimming : Strategi penetapan harga di mana perusahaan menetapkan harga jual yang tinggi pada awal menjual produk baru. Perlahan, ketika pelanggan bertambah, perusahaan akan menurunkan harga. Tujuan dilakukannya metode ini yaitu untuk memulihkan kondisi keuangan (pengeluaran) dan meningkatkan keuntungan dengan cepat. Metode ini hanya cocok untuk beberapa produk yang sangat terdiferensiasi atau merupakan penemuan baru. Contohnya Penetapan harga telepon genggam.

2. Penetapan Harga Penetrasi : Penetapan harga ini yaitu dengan menetapkan harga jual produk yang lebih rendah dari pesaing, tujuan utama penetapan harga penetrasi adalah untuk membangun basis pelanggan dan pangsa pasar. Ketika posisi pasar sudah mulai kuat, perusahaan akan secara perlahan menaikkan harga jualnya.

3. Penetapan Harga Diskriminasi : Penetapan harga ini dilakukan dengan cara perusahaan menetapkan harga yang bervariasi antar konsumen.

4. Penetapan Harga Berbasis Kompetitif : Ada kalanya perusahaan kecil mungkin harus menurunkan harganya untuk menyamai harga pesaing. Strategi penetapan harga berbasis persaingan dapat digunakan ketika hanya ada sedikit perbedaan antara produk dalam suatu industri.

5. Harga Diskon Sementara : Perusahaan kecil juga dapat menggunakan diskon sementara untuk meningkatkan penjualan. Strategi penetapan harga diskon sementara termasuk kupon, diskon penjualan, pengurangan harga musiman dan bahkan pembelian volume.


Metode yang paling efektif digunakan untuk usaha yang baru berdiri yaitu penetapan harga Penetrasi yaitu dengan menjual.produk lebih murah terlebih dahulu,  karena untuk menguasai pasar kita harus menguasai Konsumen terlebih dahulu.

E. Memonitor pergerakan harga, produk dan kebijakan distribusi untuk kebutuhan perusahaan

1. Kita melakukan identifikasi pasar : Dari data harga rata rata yg berlaku di pasar kita dapat menetapkan harga yang sesuai

2. Identifikasi Pesaing :Mengetahui karakteristik pesaing, karena pesaing merupakan hal yang paling berpengaruh dalam penetapan harga.

3. Memanfaatkan teknologi informasi : Ketika menjual suatu produk yang baru, kita harus mencari berbagai informasi mengenai harga produk yang sama dengan produk kita. Contoh kita melihat harga di shoopee, Tokopedia, dll.

4. Melakukan evaluasi di lingkungan internal perusahaan

Jumat, 25 Desember 2020

Bauran Lokasi dan Saluran Distribusi

 

Nama   : Laelatus Safariyah

Nim     : 180321100112

Kelas   : Manajemen Pemasaran C

 

BAURAN LOKASI DAN SALURAN DISTRIBUSI

A.    Konsep Lokasi dalam Bauran Pemasaran

Penentuan lokasi yang tepat menjadi sangat penting,  bagi setiap perusahaan, dalam g ketat dalam suatu usaha  penentuan lokasi mempunyai pengaruh cukup . Penentuan lokasi kantor beserta sarana dan prasarana pendukung menjadi sangat penting, agar klien dan konsumen  mudah menjangkau setiap lokasi perusahaan yang ada.Saluran distribusi adalah  suatu cara perusahaan menyampaikan barang yang diproduksi ke konsumen untuk memenuhi kebutuhan, keinginan dan permintaan dari konsumen.

bentuk Bentuk Saluran Distribusi yaitu :

1.      Saluran level nol : perusahaan yang langsung menjual kepada pelanggan akhir

2.      Saluran satu-level: terdiri dari  satu perantara penjual, seperti pengecer atau dengan menggunakan distributor

3.      Saluran dua-level: terdiri dari dua perantara, misalnya pengecer dan pedagang besar, atau perusahaan yang menggunakan perwakilan untuk perusahaannya

4.      Saluran tiga-level: terdiri dari  tiga perantara, misalnya pemborong, pedagang besar dan pengecer atau perusahaan yang menggunakan cabang perwakilan dan distributor.

Terdapat beberapa factor yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan saluran distribusi yaitu :

1.      Pertimbangan-pertimbangan pasar

2.      Perimbangan-pertimbangan produk atau jasa

3.      Pertimbangan-pertimbangan perantara

4.      Pertimbangan-pertimbangan perusahaan

 

B.     Kriteria Daerah Kinerja yang Positif untuk Pemasaran

1.      Daerah yang memiliki masyarakat atau konsumen yang cukup ramai

2.      Sarana dan prasarana yang cukup memadai

3.      Dekat dengan lokasi produksi

C.    Persyaratan Legislasi Wilayah Terkait K3 dalam Kegiatan Pemasaran

Syarat penerapan keselamatan kerja menurut UU No 1 Tahun  1970 pasal 3 adalah sebagai berikut :

1.      Mencegah dan mengurangi kecelakaan

2.      Mencegah, mengurangi, dan memadamkan kebakaran

3.      Mencegah dan mengurangi  bahaya  peledakan

4.      Memberi jalur evakuasi kedaan darurat

5.      Memberi P3K kecelakaan kerja

6.      Memberi APD pada tenaga kerja

7.      Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyebaran suhu, kelembapan,debu,asapa,uap,gas,  radiasi, kebisingan, dan getaran.

8.      Penerangan yang cukup sesuai

9.      Mencegah dan mengendalikan penyakit akibat kerja

10.  Suhu dan kelembapan udara  yang baik

11.  Menyediakan ventilasi yang cukup

12.  Memelihara kebersihan,kesehatan, dan ketertiban

13.  Mengamankan dan memeperlancar pengangkutan manusia, binatang, tanaman, dan barang

14.  Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan

15.  Mengamankan dan memperlancar bongkar muat, perlakuan, dan penyimpanan barang

16.  keserasian tenaga kerjs, peralatan, lingkungan, cara dan proses kerja

17.  Mencegah terkena aliran listrik

18.  Menyesuaikan dan menyempurnakan keselamatan pekerjaan yang resikonya bertambah tinggi.

D.    Konsep dan Kegunaan Saluran Distribusi

Sistem Distribusi adalah cara yang ditempuh atau digunakan untuk menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Sistem distribusi bertujuan agar hasil produksi sampai kepada konsumen dengan lancar, tetapi harus memperhatikan kondisi produsen dan sarana yang tersedia dalam masyarakat, dimana sistem distribusi yang baik akan sangat mendukung kegiatan produksi dan konsumsi. Terdapat beberapa kegunaan salura distribusi yaitu :

1.      Menanggung resiko yang berhubungan dengan pelaksanaan fungsi saluran pemasara yang dibuat oleh perusahaan.

2.      Mengumpulkan informasi mengenai pelanggan, pesaing serta pelaku usaha lainnya yang hubungannya erat dengan perusahaan.

3.      Mengembangkan komunikasi untuk merangsang pembelian

4.      Mencapai persetujuan akhir mrngenai harga dan syarat lain

E.     Tipe-Tipe Distribusi

Terdapat beberapa jenis Saluran Distribusi  yaitu :

19.  Produsen → Konsumen Bentuk saluran distribusi yang paling pendek dan paling sederhana adalah saluran distribusi dari produden ke konsumen tanpa menggunakan perantara.

20.   Produsen → Pengecer → Konsumen Disebut juga saluran didtribusi langsung, di disini pengecer besar langsung melakukan pembelian kepada produsen.

21.   Produsen → Pedagang besar → Pengecer → Konsumen Saluran distribusi banyak digunakan oleh produsen, saluran distribusi semacam ini sering disebut saluran distribusi tradisional. Produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar saja, tidak menjual kepada pengecer.

22.  Produsen → Agen → Pengecer → Konsumen Produsen memilih agen sebagai penyalurnya ia menjalankan kegiatan perdagangan besar dalam saluran distribusi yang ada. Sasaran penjualannya terutama ditunjukan kepada para pengecer besar.

23.  Produsen → Agen → Pedagang besar → Pengecer → Konsumen Dalam saluran distribusi, produsen sering menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan barangnya kepada pedagang besar.

F.     Evaluasi dan Pengendalian Saluran Distribusi

1.      Vertikal Marketing System :  jaringan yang dikelola secara terpusat dan professional oleh perusahaan

2.      Horizontal Marketing System : jaringan yang terbentuk apabila beberapa perusahaan perantaran yang tidak berkaitan menggabungkan sumber dayaprogram pemasarannya guna memanfaatkan peluang pasar yang ada.

G.    Manajemen Konflik Dalam Saluran Distribusi

Sumber Konflik Saluran :

1.      Konflik saluran horizontal : Konflik antar anggota pada tingkat yang sama di dalam saluran. Contohnya yaitu  terjadi antar pengecer. Misalnya, ketika salah satu pengecer merasa ada pesaing lain yang bersaing terlalu ketat melalui penetapan harga atau menggunakan iklan untuk menyerang wilayah penjualan mereka.

2.      Konflik saluran Vertikal : Konflik antara tingkat yang berbeda dalam saluran yang sama. Contohnya yaitu terjadi antara pengecer dan pemasok mereka ketika kedua pihak merasa didominasi oleh yang lain. Konflik dapat timbul ketika pabrikan membuat saluran baru.

3.      Konflik Multisaluran : Konflik ini terjadi ketika produsen menentukan dua atau lebih saluran yang menjual ke pasaryang sama. Konflik ini terutama sangat kuat ketika anggota salah satu saluran mendapat hargalebih rendah.

Manajemen Konflik Saluran Distribusi :

1.      Ko-optasiadalah usaha yang dilakukan suatu organisasi untuk mendapatkan dukungan daripemimpin organisasi lain dengan memasukan mereka dalam dewan penasihat, dewan direksi,dan semacamnya.

2.      Diplomasiterjadi ketika masing-masing pihak mengirimkan seorang/ sekelompok untukbertemu dengan pihak lawan untuk menyelesaikan konflik.

3.      Mediasi berarti memilih pihak ketiga yang netral dan memiliki keahlian yang dapanmendamaikan kepentingan kedua belah pihak.Arbitrasiterjadi ketika dua pihak setuju memaparkan permasalahan mereka kepada satu ataulebih arbitrator dan menerima keputusan arbitrasi.

Jumat, 18 Desember 2020

Manajemen Pemasaran_Bauran Produk

 Nama : Laelatus Safariyah

Nim. : 180321100113

Kelas : Manajemen Pemasaran C


      Bauran produk adalah sekumpulan dari semua produk dan item produk seperti macam produk, kualitas produk, rancangan produk, ciri-ciri produk, merek produk serta atribut lainnya. Yang secara khusus para penjual menawarkan untuk dijual kepada para pembeli. Sedangkan untuk definisi produk yaitu produk adalah barang atau jasa yang dihasilkan untuk digunakan oleh konsumen guna memenuhi kebutuhannya dan memberikan kepuasan. Produk memiliki jenis jenis yaitu :

1. Produk Konsumsi : Produk Konsumsi adalah produk yang konsumen utamanya adalah rumah tangga dan biasanya langsung dikonsumsi. Terdapat beberapa jenis produk konsumsi yaitu :

a) Barang kebutuhan sehari-hari : adalah produk yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Kategori produk ini yaitu produknya cepat habis dan harganya relatif murah. Contohnya beras, ikan dll.

b) Produk belanjaan : produk yang dalam pembelian nya dilakukan dengan cara membandingkan dengan produk yang sejenis , perbandingannya meliputi kualitas, bahan, merek dll. Contoh produk belanjaan yaitu sepatu, jaket, dll.

c). Produk Khusus : merupakan suatu produk yang terkategori dalam produk mewah . Contohnya mobil.

2. Produk Industri : Produk Industri adalah produk yang dibeli oleh perusahaan yang kemudian diproduksi menjadi suatu produk lalu dipasarkan ke konsumen. Produk industri memiliki jenis jenis yaitu : 

a) Bahan baku : Bahan baku merupakan bahan mentah atau bahan utama yang dalam olahan suatu produk. Contoh bahan baku yaitu gandum, singkong, dll. 

b). Barang modal : adalah barang yang sifatnya tahan lama dan fungsinya yaitu untuk menunjang proses produksi di perusahaan. Contohnya adalah mesin mesin produksi. Merupakan barang bersifat tahan lama yang ikut mendukung dalam proses produksi baik dalam 

C) Perlengkapan dan layanan bisnis (supplies and business service) : barang yang fungsinya memberikan kemudahan dalam mengolah produk, contohnya pelumas pada mesin. Layanan konsultasi adalah pelayanan konsultasi dalam berbisnis misalnya konsultasi pada periklanan produk, izin usaha dan lain-lain.

Strategi Pemasaran Produk

1. Mengenali konsumen sasaran Produk kita : Konsumen adalah hal terpenting dalam suatu pemasaran produk, oleh karena itu kita harus mengenali konsumen kita baik dari tingkah lakunya, kebiasaan, gaya hidup, dll.

2. Memilih lokasi yang strategis : Lokasi yang strategis biasanya adalah lokasi yang ramai, pemilihan lokasi yang tepat akan menjadi suatu penunjang keberhasilan pemasaran produk.

3. Menggunakan e-marketing: Tujuan utama dari e marketing yaitu agar produk kita lebih jauh dikenal banyak konsumen.

4. Meningkatkan Promosi : Lakukanlah strategi promosi yang kita punya secara rutin dengan cara-cara yang kreatif sehingga konsumen lebih tertarik dan tidak merasa bosan. 

5. Menjalin hubungan yang baik dengan konsumen : Hubungan yang baik dengan konsumen akan menciptakan citra yang baik terhadap produk kita dan hal itu merupakan strategi yang cukup mudah untuk dijalankan.

 

SIB _ Rengginang

 Nama : Laelatus Safariyah Nim : 180321100112 Kelas : RAB D Produk Rengginang Alasan kami mengangkat produk rengginang sebagai produk ...